Friday, February 17, 2017

Cara Menanam Cabe Rawit Di Dalam Pot

Penanaman di dalam pot menjadi pilihan karena terbatasnya halaman di rumah. Cabe rawit merupakan salah satu tanaman yang ditanam di dalam pot. Cara menanam cabe rawit di dalam pot dapat di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Menyiapkan Bibit  cabe rawit
  • Pilihlah buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
  • Buanglah pangkal dan ujungnya, sayat bagian buah dan kemudian ambil bijinya.
  • Jemurlah biji di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Penyemaian Benih
  • Rendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Benih yang mengapung pertanda benihnya tidak bagus. Selanjutnya benih yang tenggelam dibungkus dengan kain basah dan dibiarkan semalaman.
  • Sediakan media tanam berupa tanah gembur yang telah di campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 masukkan media semai kedalam plastik es berdiameter 3-5 cm, tinggi 6 cm dan beri lubang secukupnya, siram larutan perangsang akar.
  • Semaikan benih satu persatu tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat.
  • Jaga terus kelembapan bibit agar bisa merangsang akar.
  • Jika benih sudah memiliki daun empat helai, maka benih cabe sudah siap di pindahkan kedalm pot.

Penanaman Benih
  • Karena kita menggunakan media tanam pot maka di dalam pot isi terlebih dahulu pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 tadi.
  • Terus buatlah lubang di tengah lubang pot jangan terlalu besar sesuaikan dengan benih kita yang baru mulai berkembang tadi.
  • Masukkan benih cabe rawit ke dalam lubang lalu ratakan.
  • Siram pot yang berisi benih cabe secara merata.
  • Jika cuacanya panas berilah kain pelindung sehingga tidak merusak benih cabe yang baru mulai tumbuh


Perawatan Benih Cabe rawit
  • Cara perawatan benih cabe rawit yang baru mulai tumbuh harus dilakukan dengan penuh hati-hati.
  • Penyiraman harus dilakukan dengan rutin setiap pagi dan sore hari kecuali musim penghujan.
  • Apabila sudah keluar bunga maka pupuk perangsang di berikan satu gelas dan diulang seminggu sekali.
  • Kemudian lakukan perempelan pada daun-daun yang tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
  • Jangan lupa kita juga harus melakukan pencabutan tanaman liar di sekitar media tanam setelah itu lakukanlah penggemburan tanah.
  • Untuk menghindar terjangkitnya penyakit dan serangan hama lakukanlah penyemprotan pestisida.

Penanaman cabe rawit dengan media tanam pot bisa meminimalisir kematian benih cabe yang baru mulai tumbuh. Hal inilah yang selalu menjadi perbandingan media tanam antara tanah dan media tanam di dalm pot. Selain itu, penanaman benih cabe rawit di dalam pot bisa di lakukan oleh pengusaha tani yang ingin membudidayakan dan menjual benih cabe rawit. Cukup menjual dengan pot-pot nya sekalian.
Baca selengkapnya

Thursday, February 16, 2017

Jenis Tanaman Buah Langka

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa tanaman langka merupakan tanaman yang jumlahnya tidak begitu banyak dalam pembudidayaannya. Suatu tanaman dikatakan langka disebabkan karena beberapa faktor. Faktor yang menyebabkan tanaman menjadi langka, yaitu karena perkembangannya yang lama atau karena jenisnya yang semakin sedikit dan juga beberapa faktor lain.

Duku Tanpa Biji
Buah Katulampa
Mangga Garifta Merah
Ada beberapa yang dapat membuat tanaman langka menjadi sangat menarik, contoh tanaman langka Rafflesia arnoldi yang menarik dari tanaman ini adalah bunganya yang berbentuk raksasa. Tanaman langka lain yang membuat orang tertarik untuk membudidayakannya adalah tanaman dengan buah langka.

Berikut tanaman buah langka yang banyak dibudidayakan di Indonesia :
  1. Tanaman buah enau atau aren, Tanaman buah aren atau dengan nama ilmiah Arenga pinnata merupakan suku palma dengan berbagai macam manfaat. Tanaman aren dapat tumbuh subur hingga mencapai tinggi 25 meter dengan diameter 65 cm. Pada pohon bagian atas tanaman ini diselimuti serabut hitam berupa ijuk. Pohon enau sangat populer sebagai penghasil nira yang digunakan sebgai bahan baku pembuatan gula.
  2. Katulampa, Tanaman ini termasuk kedalam tanaman dengan buah yang langka. Pohon tanaman ini dapat tumbuh tinggi hingga 30 meter dengan diameter hingga 1,6 meter. Buah dari tanaman ini merupakan buah tipe batu dengan panjang 3 cm. Ketika buah ini matang kulitnya akan berwarna jingga.
  3. Nangka tanpa kulit, Tanaman buah langka ini baru-baru ditemukan di Indonesia.
  4. Duku tanpa biji, Tanaman buah duku varietas tanpa biji (seedless) termasuk tanaman buah langka. Tanaman ini dapat tumbuh di Indonesia. Tanaman ini cocok bagi mereka yang tidak menyukai duku karena tidak ingin bijinya tergigit, karena biji dari buah duku rasanya begitu pahit.
  5. Mangga garifta merah, Jenis buah mangga ini memiliki ranting pohon yang berwarna merah pula. Di Indonesia terdapat 4 jenis mangga garifta, yaitu mangga garifta merah, garifta kuning, garifta oren, dan garifta gading.
  6. Beach cherry, Tanaman buah langka ini memiliki batang yang kecil sehingga tanaman ini dapat ditanam pada pot, polybag atau wadah lainnya.
  7. Sirsak jumbo, Tanaman sirsak jumbo merupakan tanaman buah langka yang berasal dari Australia namun kini di Indonesia sudah mulai dibudidayakan.
  8. Mangga kelapa, Tanaman mangga kelapa merupakan mangga yang mampu menghasilkan buah dengan bobot mencapai 800 gram sampai dengan 2 kg (rata-rata 1 kg lebih). Tanaman buah ini digolongkan kedalam tanaman buah langka. Buah mangga ini mirip dengan pohon kelapa gading dan warnanya pun hijau seperti buah kelapa, sehingga mangga ini dinamakan mangga kelapa. Daging buah mangga ini tebal dan tidak berserat serta teksturnya lunak, memiliki biji yang kecil, buah mangga ini mengandung banyak air. Namun rasanya buah ini sama seperti dengan buah mangga kebanyakan.
  9. Sawo jumbo
  10. Nangka merah, Budidaya tanaman buah nangka merah ini jumlahnya masih relatif sedikit di Indonesia, sehingga peluang bisnis budidaya tanaman buah ini sangat besar. Yang membedakan tanaman buah nangka ini dengan tanaman buah nangka kebanyakan, yaitu dari warna buah nangka itu sendiri. Bila kebanyakan buah nangka berwarna kuning, tanaman ini memiliki warna buah berwarna merah. Namun rasa dari buah nangka ini tidak jauh berbeda degan buah nangka kuning pada umumnya.

Tanaman buah langka yang disebutkan diatas merupakan sebagian kecil yang dibudidayakan di Indonesia, namun masih banyak lagi variasi tanaman buah langka yang belum disebutkan pada artikel ini.
Baca selengkapnya

Tanaman Herbal Dan Khasiatnya

Semua orang tentu menginginkan tubuh dalam keadaan selalu sehat dan bugar. Cara alternatif ntuk menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh tidak selalu harus menggunakan obat-obatan berzat kimia. Tanaman herbal dapat menjadi alternatif pengganti obat-obatan zat kimia, selain efek sampingnya yang nyaris tidak ada tanaman herbal dapat diperoleh dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Tanaman herbal dapat ditemukan ditoko obat-obatan herbal atau dapat pula dibudidayakan sendiri. Membudidayakan tanaman herbal atau membuat taman obat di halaman sendiri tentu akan lebih menghemat uang tentunya. Adapun berikut tanaman herbal dan khasiat yang paling umum untuk dibudidayakan :

Seledri

Tanaman seledri selain digunakan sebagai tanaman obat herbal tetapi tanaman seledri juga digunakan sebagai tanaman untuk bumbu dapur. Seledri memiliki nama ilmiah Apium graveolens. Khasiat bagi tubuh yang terkandung pada tanaman seledri, yaitu sebagai:
  • Pencegah risiko penyekit darah tinggi
  • Anti rematik
  • Pembangkit nafsu makan, dan
  • Mengandung minyak atsiri.


Kandungan yang dimiliki oleh daun seledri bagi kesehatan misalnya yaitu kandungan kalsium dan fosfornya yang tinggi maka dari itu seledri dapat dijadikan obat herbal bagi mereka yang menderita penyakit asam urat. Selain itu daun seledri kaya akan vitamin, vitamin yang terdapat pada daun seledri, yaitu vitamin A, B1, B2, B6, dan C. Tanaman seledripun mengandung potasium, folat, magnesium, besi, natrium, serta asam amino. Dengan mengonsumsi seledri maka akan mengurangi penyakit yang berhubungan dengan ginjal.

Belimbing Wuluh

Tanaman belimbing wuluh juga selain sebgai tanaman obat tanaman ini juga umum digunakan sebagai tanaman yang digunakan sebgai bumbu memasak. Nama ilmiah dari tanaman ini adalah Averrhoa bilimbi. Khasiat yang terkandung dalam tanaman ini bagi kesehatan yaitu untuk mengobati berbagai macam penyakit.


Tanaman belimbing wuluh ini biasa digunakan untuk mereka yang menderita penyakit batuk, diabetes, sakit gigi, jerawat, panu, hipertensi, dan sariawan. Tanaman belimbing wuluh ini mengandung vitamin C yang tinggi. Karena itu, buahnya sangat baik bagi mereka yang mengalami sariawan dan masalah gusi. Kandungan lain pada belimbing wuluh adalah glukosid, tannin, asam folat, peroksida, kalsium, sulfur, dan kalium sulfat.

Lidah Buaya

Nama ilmiah dari tanaman lidah buaya adalah Aloe vera. Khasiat yang terkandung dalam tanaman ini bagi kesehatan pada umumnya digunakan sebagai perawatan kulit dan kecantikan. Selain itu lidah buaya juga dapat digunakan sebagai obat kanker, mengatasi penyakit diabetes, mengontrol tekanan darah, dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi mereka yang menderita penyakit AIDS dan kanker. Kandungan zat yang terdapat pada lidah buaya, yaitu asam amino, enzim, mineral, vitamin, dan polisakarida. Pada lidah buaya semua jenis vitamin tersedia terkecuali vitamin D.


Temu Lawak

Temu lawak, Nama ilmiah dari tanaman temu lawak ini adalah Curcuma xanthorrhiza. Temu lawak memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Temu lawak juga dapat digunakan sebagai perawatan kecantikan. Temu lawak berkhasiat bagi obat jerawat, mengatasi masalah pencernaan, masalah peradangan, limfa, ginjal, dan lain sebagainya. Zat yang terkandung pada temu lawak adalah turmerol, felladrean, glukosida, kurkunim. Kandungan zat tersebut sangat bermanfaat untuk mengatasi peradangan, penyakit pada ginjal, serta dapat sebagai anti racun.


Tanaman herbal yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh yang disebutkan beberapa sebelumnya hanya baru sebagian kecil, rempah-rempah Indonesia memiliki banyak khasiat yang dapat ditanam dihalaman rumah sebagai taman obat tentulah sangat banyak dan bervariasi.
Baca selengkapnya

Tuesday, February 7, 2017

Tanaman Hias dalam Pot

Tanaman hias, selain dapat digunakan sebagai penghias pekarangan atau taman, juga dapat dijadikan penghias interior rumah atau bahkan hanya sekedar pemanis di teras. Dan terkadang bagi beberapa orang yang tidak memiliki pekarangan yang cukup luas untuk tanaman hias koleksiya, maka menanam tanaman hias dalam pot dapat menjadi jalan keluarnya.

Cara tersebut sangat efektif karena media tanam hanya sebatas besar pot yang digunakan, biasanya tanaman hias dalam pot akan memiliki ukuran dan pertumbuhan yang lebih kecil dari tumbuhan hias pada umumnya dan memang sangat cocok untuk penempatannya yaitu di dalam rumah maupun teras.

Di bawah ini dapat dilihat beberapa tanaman hias dalam pot yang dapat menjadi pilihan untuk tanaman hias yang tidak mengenal kendala keterbatasan pekarangan atau lahan.

1. Euphorbia Milii
Euphorbia atau biasanya kita kenal dengan eforbia merupakan tanaman hias yang sudah tak asing lagi di telinga pecinta tanaman hias, karena tanaman yang satu ini memang sempat tenar dan banyak diminati beberapa tahun silam. Walaupun tanaman ini sudah kehilangan masa-masa kejayaannya, namun tanaman ini tetap menjadi salah satu alternatif tanaman hias yang tidak kalah cantik untuk dijadikan penghias teras rumah kita. 


Kita dapat menanamnya di berbagai ukuran pot, dan biasanya pertumbuhannya akan mengikut sebatas besar pos tempat media tanamnya. Kelebihan tanaman ini ialah ketahanannya yang dapat tumbuh hanya dengan sedikit pemberian siraman air, dan bunga-bunga indahnya yang berkelopak lapis bergerombol dengan beberapa varian warna seperti kuning, merah, putih bahkan hijau. Euphorbia sangat cocok ditempatkan di teras rumah yang terkena intensitas cahaya matahari secara full untuk membantu pertumbuhan tanaman ini.

2. Mawar (Rose)
Tanaman hias jenis mawar dapat kita temui dengan mudah di sekitar kita, bahkan terdapat banyak spesies yang dikembang biakkan maupun tumbuh liar. Mawar termasuk tumbuhan semak berduri yang dapat tumbuh di daerah asalnya belahan dunia bagian utara yang berudara sejuk. Meski sebenarnya mawar bukanlah tanaman asli daerah tropis tapi mawar juga dapat menyesuaikan diri dengan iklim lembab tropis.


Keuntungan mawar untuk tanaman penghias interior rumah selain keindahan kelopak bertumpuknya atau kuncup rapat bunganya yang elegan, mawar juga menghasilkan aroma wangi yang tentunya akan membuat ruangan menjadi lebih segar. Pewangi alami ini dihasilkan dari minyak atsiri yang terkandung di dalam kelopak bunga mawar.

Selain itu, mawar merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan penghias rumah karena warna-warni indahnya yang dapat kita pilih sesuai selera mulai dari merah, pink, kuning, bahkan kini telah muncul varian mawar berwarna ungu, biru, bahkan hitam.
3. Sedap Malam (Polianthes Tuberosa)   
Mungkin Anda masih sangat asing mendengar atau bahkan menemukan bunga sedap malam yang ditanam dalam pot, karena biasanya yang kita tahu bunga ini dikembang biakkan di taman atau kebun dengan media tanah yang luas. Namun jangan salah kira, ini merupakan trend terbaru yang sedang marak diikuti oleh pecinta tanaman hias yang menginginkan bunga ini sebagai tanaman hias indoor.


Dengan penempatannya dalam ruangan menggunakan pot, tentunya kita akan mendapatkan keuntungan lebih dari sekedar penghias namun juga aroma kuat bunga ini yang dapat kita nikmati ketika bunganya mekar di malam hari.

Meskipun sedap malam memang memerlukan tempat yang teduh untuk dapat tumbuh dan berbunga, namun bunga ini tetaplah membutuhkan pasokan cahaya matahari. Jadi, sebaiknya tetaplah letakkan bunga sedap malam dalam pot ini di ruangan yang terdapat jendela atau ruang yang terkena cahaya matahari.
4. Angelonia 
Sekilas angelonia tampak seperti bunga lavender dan memang banyak orang yang sering memperdebatkannya. Namun, jika dilihat dengan lebih teliti lagi dari bentuk kelopak yang ada saja sudah berbeda dengan lavender yang biasa kita kenal. Meskipun masih satu rumpun dengan bunga lavender, angelonia merupakan spesies tersendiri yang memang berbeda dengan lavender. Perbedaannya yang lebih dominan lagi ialah tidak terkandungnya minyak atsiri sama sekali dalam tanaman angelonia ini, sehingga tidak akan menghasilkan aroma seperti yang ada pada lavender.

Walaupun tidak menghasilkan aroma khas yang bisa mengusir nyamuk, bunga yang satu ini memiliki penampilan fisik yang menarik ketimbang lavender. Apalagi bila ditanam dalam pot, maka pertumbuhannya yang menjadi terbatas akan menghasilkan tanaman hias seperti rangkaian (bucket) bunga bergerombol yang indah.


Oleh karena itu pemilihan bunga angelonia dalam pot sangat cocok apabila dijadikan sebagai hiasan indoor maupun outdoor asalkan dengan perawatan yang baik seperti penyiraman air secukupnya, cahaya matahari yang cukup, serta dipupuk secara teratur.

Seperti yang semua pecinta tanaman hias ketahui, perawatan tanaman dalam pot harus lebih intens dari tanaman yang biasanya. Hal tersebut dikarenakan media tanah dalam pot terbatas hanya sebesar pot yang dipakai sehingga memerlukan zat makanan tambahan yang didapat dari penambahan pupuk dan penyiraman yang rutin agar suhu tanah dalam pot tidak naik.

Tanaman hias dalam pot yang telah dipaparkan di atas hanyalah sebagain saja dari berbagai jenis tanaman hias yang dapat ditanam dalam pot, masih terdapat banyak lagi tanaman hias pot yang dapat Anda jumpai di pasaran. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi Anda.
Baca selengkapnya

Cara Menanam Tanaman Organik

Di zaman yang modern seperti sekarang, banyak informasi yang dengan mudah kita temui atau dengar, salah satunya adalah pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik. Sayuran sebagai kebutuhan sehari-hari tubuh kita memang pada dasarnya sudah sehat, namun seperti yang kita ketahui, sayuran yang ada di pasaran biasanya merupakan sayuran yang telah menggunakan bahan-bahan kimia sebagai penunjang pertumbuhannya.

Meskipun hanya dengan kisaran yang sedikit, namun lama-kelamaan pasti akan tertumpuk di dalam tubuh kita, apalagi bila kita tidak mencuci sayuran dengan sangat-sangat bersih. Padahal sayuran dianjurkan untuk dicuci seperlunya agar vitamin yang terkandung di dalamnya tidak larut.


Solusi yang bisa kita lakukan ialah dengan menanam sendiri sayuran di rumah, tentunya dengan cara yang lebih sehat yaitu secara organik. Pertanian organik hanya akan menggunakan nutrisi dan pupuk alami bukan buatan pabrik yang banyak mengandung bahan kimia. Berikut ini kita akan menjelaskan cara menanam tanaman organik.

Persiapan :
  • - Sediakan lahan atau tanah yang terbebas dari pencemaran bahan kimia.
  • - Pupuk organik bisa kompos, kotoran hewan ternak, dll.
  • - Pot atau wadah, jika ingin menanam sayuran di dalam pot
  • - Sekop.
  • - Benih sayur.

Langkah menanam : 

  • Buat lubang pada media tanah sedalam 3-5 cm (untuk tanaman buah), atau gemburkan tanah agar benih dapat tumbuh dengan baik.
  • Untuk tanaman buah, semai terlebih dahulu benih sebelum dipindahkan ke media tanam.
  • Sebarkan benih (untuk sayuran) di atas hamparan tanah, jangan terlalu banyak atau tertumpuk agar di saat sayuran sudah membesar, jarak antar sayuran tidak terlalu berdempetan.
  • Beri pupuk organik secukupnya saja.
  • Siram dengan air secukupnya.


Perawatan sayuran organik : 

  • Penyiraman rutin 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore.
  • Penyiangan daerah sekitar batang tanaman dari gulma atau rumput liar yang dapat merebut sumber mineral dari tanah sehingga pertumbuhan sayuran akan terganggu.
  • Pemeriksaan yang lebih intens daripada tanaman biasa, karena tanaman organik tidak menggunakan pestisida akan mudah sekali terkena hama maupun penyakit. Dan apabila kedapatan ada hama dan penyakit yang menjangkiti, segera buang atau musnahkan tanaman tersebut agar tidak menular ke sayuran lainnya.
  • Pemberian obat-obatan alami pengganti pestisida, bisa dengan air campuran kentang, atau tomat yang difermentasikan untuk mengatasi hama pada daun seperti ulat dll.
  • Pemberian pupuk organik jika dirasa perlu saja, untuk mempercepat pertumbuhan dan ketahanan sayur.
  • Perlindungan sayuran dengan penutup agar terhindar dari hama, seperti jaring dll.

Dan selanjutnya ialah tahap pemanenan sayuran organik. Cara pemanenannya sama seperti sayuran pada umumnya, umur panen sayur pun relatif sama juga yaitu 1 bulan setelah proses penanaman.

Keuntungan dari budidaya sayuran organik :

  • Lebih sehat
  • Berserat tinggi
  • Tidak mencemari lingkungan
  • Hemat biaya
  • Lebih steril karena tidak terkena bahan kimia


Demikianlah cara menanam sayuran organik, mudah bukan? Kita dapat mempraktekannya dengan mudah, murah, dan lebih sehat. Hasilya pun tidak kalah dengan sayuran dengan cara tanam konvensional biasa yang menggunakan obat-obatan kimia.

Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif, mari kita budayakan hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran sehat. Hijaukan lingkungan sekitar dengan cara yang lebih sehat dan kreatif dan inofatif. Terima kasih sudah mampir di blog kami.
Baca selengkapnya

Monday, February 6, 2017

Jual Bibit Unggul Tanaman Buah

Tanaman buah merupakan komoditi pertanian yang selalu dinanti di musim panennya. Buah memiliki banyak peminat dari segala kalangan dan segala umur. Dan di zaman modern ini semua orang sudah mulai sadar pentingnya megkonsumsi buah bagi kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat pada tubuh. Di Indonesia sendiri terdapat banyak varian tanaman buah baik yang endemik maupun yang berasal dari luar negeri.

Untuk tanaman buah, pada umumnya pembibitannya kita mengenal cara tanam dengan cangkok dan dengan biji buah dll. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Bagi pecinta tanaman buah yang sedang ingin bercocok tanam. 

Di bawah ini kami akan menjelaskan bagaimana membuat bibit tanaman buah kita tumbuh dengan baik dan sehat.


Tanaman yang baik berasal dari bibit yang baik pula. Namun, kita juga harus memberikan perawatan yang benar dan maksimal. Selain agar bibit tanaman tumbuh dengan sehat, juga agar cepat berbuah.

Langkah-langkah perawatan yang benar ialah:
- Menyiapkan lubang tanam dengan ukuran panjang x lebar x kedalaman yang benar, misalnya untuk bibit berukuran 0,5 m lubang yang dibutuhkan ialah 50cm x 50cm x 50cm agar akar tanaman dapat tempat yang cukup untuk awal pertumbuhannya. Serta periksa kadar pH-nya dengan alat khusus yang bisa dibeli di apotek maupun toko pertanian. Jika pH terlalu asam kita bisa mensiasatinya dengan memberi zat kapur, dan jika telalu basa kita mensiasatinya dengan pemberian belerang.

- Pastikan lubang tanam sudah bersih dari sampah maupun bebatuan, dan beri pupuk fosfat. Untuk ukuran bibit 0,5 m yang diperlukan ialah sebanyak 150 gram.

- Untuk penutup lubang tanam, gunakan tanah subur yang digemburkan atau tanah yang telah dicampur dengan pupuk baik kompos maupun kotoran ternak.

- Gunakan air yang baik untuk menyiram bibit tanaman buah. Air yang baik ialah air yang tidak tercampur oleh zat lain, contohnya air ledeng biasanya telah tercampur oleh zat kaporit. Jadi, ada baiknya kita menggunakan air sumur yang tentunya lebih terjamin bebas dari limbah dan zat-zat asing. Lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

- Agar tanaman tidak terganggu oleh aktivitas sekitar tempat tanamnya, ada baiknya kita beri pembatas atau pagar, sehingga tidak terinjak dan bisa kita kenali dengan mudah.

- Melakukan tambahan pemupukan selain kotoran atau kompos, seperti pupuk NPK dll. Berikan setiap 4 bulan sekali sampai bibit berusia 2 tahun. Dan setelah tahun ketiga, beri pupuk dengan takaran lebih 100 gram terus menerus sesuai pertambahan umurnya. Beri pupuk di kedalaman lubang 10 cm.

- Lakukan pemangkasan untuk merangsang tumbuhnya bunga dan membasmi atau mengurangi hama.

- Beri pestisida kimia maupun alami utuk mencegah hama dan penyakit menjangkiti bibit buah.

- Siangi tanah sekitar tempat menanam bibit buah agar tidak ada gulma yang merebut nutrisi untuk bibit buah.

Lakukan perawatan-perawatan di atas dengan rutin sampai tiba masa panen. Walaupun merawat tanaman buah memerlukan dan menghabiskan waktu yag lebih, semua itu akan terbayar ketika melihat hasil panen buah yang memuaskan. Karena usaha tidak pernah menghianati hasil bukan?

Demikianlah penjelasan singkat tentang perawatan bibit tanaman buah, semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi pecinta tanaman buah. Terus hijaukan lingkungan sekitar kita dan hasilkan buah-buahan yang sehat berkualitas.
Baca selengkapnya

Cara Menanam Sayuran Dalam Pot

Sayuran, selain dapat ditanam di media tanah atau kebun yang luas, dapat juga ditanam di dalam pot. Cara ini sangat efektif bagi pembaca yang ingin menanam sendiri sayuran di rumahnya, namun tidak memiliki cukup lahan atau pekarangan yang luas. Karena dengan penanaman dalam pot akan lebih sedikit tempat yang diperlukan dan ukuran pot biasanya tidak terlalu besar sehingga dapat kita tata seefisien mungkin.


Pada artikel kali ini kita akan membahas cara menanam sayuran dalam pot beserta keuntungan dan kelebihannya. Sebelum kita mulai menanam, terlebih dahulu kita persiapkan bahan dan peralatannya sebagai berikut :

- Media tanam
Media tanam biasanya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos. Bisa juga diganti sesuai keinginan misalnya dengan sabut kelapa, serbuk kayu, dll.

- Pot
Tempat menampung media tanam atau pot minimal diameter 20 cm atau 30 cm agar tidak terlalu sempit yang dapat menghambat pertumbuhan sayuran.

- Biji atau benih sayuran yang akan ditanam.
Setelah semua persiapan telah tersedia, maka tahap selanjutnya ialah penyemaian bibit. Penyemaian bibit dimaksudkan agar kita bisa memilih sayuran muda yang baik saja untuk dipindahkan ke pot nantinya. Namun, penyemaian bukanlah hal yang wajib dilakukan, jadi kita bisa saja melewatinya atau langsung menanamnya ke dalam pot.

Penyemaian & Penanaman Sayuran Dalam Pot :

  • Siapkan tanah tempat penyemaian tidak usah terlalu luas, atau bisa juga dalam pot berukuran sedang yang telah diisi dengan media tanah berpupuk.
  • Siram media peyemaian sehari sebelum benih disemai.
  • Semai benih-benih sayuran, tutupi dengan tanah tipis-tipis saja.
  • Pindah sayuran yang sudah mulai tumbuh ketika berumur sekitar 3 minggu ke dalam pot tersendiri.
  • Beri perawatan rutin sampai siap dipanen


Sama halnya dengan penanaman di kebun atau lahan yang luas, sayuran dalam pot juga memerlukan perawatan rutin agar dapat tumbuh dengan baik seperti yang diharapkan. Berikut ialah perawatan yang harus dilakukan untuk sayuran dalam pot :

- Siram tanaman hanya bila dirasa tanah dalam pot mulai mengering.
Apabila masih terlihat basah, ada baiknya jangan disiram untuk menghindari kelebihan air dan membusuknya akar sayuran. Atau bisa juga dilakukan penyiraman 1 kali sehari di pagi maupun sore hari untuk rutinnya.

- Periksa kondisi sayuran dalam pot setiap hari.
Pastikan tidak ada hama dan penyakit yang menjangkiti sayuran. Dan apabila didapati berpenyakit atau terkena hama, maka segera tangani atau bahkan cabut dan buang sayuran agar tidak menular ke sayuran lain yang masih sehat.

- Tambah pupuk apabila dirasa kurang.
Dapat dilihat dari sayuran yang tidak berkembang atau kurang subur, maka ada baiknya diberi pupuk tambahan.

Cara menanam sayuran dalam pot sudah kita ketahui, bahkan dengan cara perawatannya juga. Sebelum kita mencoba, ada baiknya kita menambah informasi tentang kelebihan dari penanaman sayur dalam pot.


Kelebihan menanam sayur dalam pot:

- Tidak memerlukan lahan yang luas.
Jadi, apabila hanya memiliki lahan yang sempit, kita masih bisa mencoba untuk bercocok tanam sayuran dan bisa menatanya sesuai keinginan dengan sangat mudah disusun dalam rak misalnya, bila menanam sayuran dalam pot.

- Lebih hemat keperluan pupuknya.
Dengan media tanam yang sempit, maka pupuk pun dapat diberikan hanya seperlu tanaman yang ada dalam pot, sehingga takaran dan ukurannya tepat, sesuai dan tidak akan boros atau berlebihan seperti bila kita menanam di lahan yang luas.

- Tidak mudah tertular penyakit.
Terlebih untuk penyakit yang menular melalui akar, tidak akan terjadi bagi sayuran yang di tanam dalam pot. Karena sayuran dalam pot memiliki ruang akarnya masing-masing berbeda antar potnya, sehingga sayuran yang akarnya terjangkit penyakit tidak akan bisa menularkannya pada sayuran lain.

- Mudah dalam pemeliharaan.
Karena setiap sayuran ditanam dalam wadah tersendiri, maka perawatan bisa dilakukan dengan lebih intensif di tiap sayurannya.

- Bisa dijadikan ladang usaha.
Selain dapat dimanfaatkan sendiri untuk kebutuhan sehari-hari di rumah, cara ini bisa juga menjadi bentuk usaha rumahan dengan cara menjual hasil kebun kita sendiri ke pasaran konsumen.

Demikianlah artikel mengenai cara menanam sayur dalam pot, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya